Balita Umur 4th Tega Membunuh Adiknya Yang Masih Bayi, Alasannya Sangat Mengejutkan…

Please rate this

Keluarga dan lingkungan memang berperan penting bagi perkembangan psikologis anak.

Jika orangtua dan lingkungan mampu memberikan contoh baik maka anak akan meniru hal tersebut.

Tidak hanya itu, omongan dari lingkungan juga bisa membentuk karakter anak.

Maka harus diingat, setiap berada bersama anak-anak, upayakan melontarkan omongan positif yang tidak memojokkan mereka, meski itu hanya dalam konteks bercanda.

Seorang netizen asal Medan, membagikan kisah di sekitar tempat tinggalnya mengenai dampak omongan negatif terhadap anak.

Netizen tersebut bernama Mega Wati.

Mega membagikan kisahnya lewat akun facebook pada Senin (12/3/2018) kemarin.

Meski insiden tersebut sudah terjadi lama, sekitar 7-8 tahun yang lalu, kisah Mega ini mendapat perhatian begitu banyak.

Kisah Mega tersebut pun menjadi viral dan sudah dibagikan sebanyak lebih dari 21 ribu kali.

Banyak netizen yang membagikan pengalaman serupa lewat kolom komentar di akun facebook Mega.

Yang oleh Mega kemudian di capture dan diunggah lagi.

Kisah Mega tersebut telah diunggah ulang oleh akun Instagram waranddrama.sosmed pada hari ini, Rabu (14/3/2018).

Tolong dong orang-orang yang suka ngomong “kalo ada adik nanti ga di sayang lagi sama papa mama” pengen nampol rasanya. 

Kalaupun niatnya bercanda itu anak kecil kali..kalo terus terusan juga akan teringet terus diotak anak yang di takut kan ya terjadi hal seperti itu,” tulis waranddrama.sosmed dalam keterangan fotonya.

Netizen yang melihat unggahan tersebut pun menuliskan komentar mereka.

Dan bercanda kayak gitu jangankan ke anak kecil, yang udah dewasa pun juga bisa sakit hati. Kenapa? ya misalkan aja dia anak tunggal, dikasih kasih sayang berlebih, seiring berjalannya waktu dia ngrasa udh mulai berkurang(diyakini udh dewasa sama ortunya) terus ketika dia lagi seakan butuh kasih sayang ortunya lagi, eh tiba2 punya adek dan di omongin kyk gitu. Logikanya sadar, tapi perasaan mana bisa bohong, kecemburuannya tetap luar biasa, ditambah ortunya pasti gaakan ngrasa bersalah karena sang kakak udh besar udh dewasa,” tulis @kevikuvu.

Instead of bilang “udah ga di sayang” kenapa ga bilang “hebat ya kamu udh jd kakak nanti kamu yg jagain adek kamu” ??? sesusah apasih bilang gitu? Mereka anak kecil loh. Mereka pasti bakal nyerap apapun yg mereka denger,” tulis @toxicthicc.

“Emang sejak hamil si calon kakak harus diberi pengertian ya (emoji). Komunikasi pun harus jalan walau si calon kakak masih kecil,” tulis @bigfanofshihlin.

Tapi kalo orangnya dibilangin kek gitu suka jawab “yaelah becanda doang kali” KAN NYEBELIN (emoji)” tulis @lyricsaboutyou.

Entah benar terjadi atau tidak, kisah yang dibagikan Mega di akun Facebooknya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Anak-anak menyerap lebih cepat hal yang mereka lihat, dengar atau terima.

Lebih berhati-hati dalam bertindak atau berkata akan lebih baik daripada menjadi orang yang banyak bicara namun merugikan.

 

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: